Mapala “Arga Dahana” UMK Kembali meraih juara 2 dalam lomba Wana Lestari kategori Kelompok Pencinta Alam (KPA) yang diselengarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. Prestasi ini Kembali diraih setelah terakhir mendapatkan juara 2 pada tahun 2017. Pencapaian ini diraih setelah Mapala “Arga Dahana” UMK meraih nilai 74,07 sehingga layak mendapatkan peringkat 2 dalam lomba tersebut.

Bersamaan dengan pengumuman yang ditetapkam 13 Mei 2023 tersebut, salah satu anggota Mapala “Arga Dahana” UMK atas Nama Muhammad Thoha (Mpl.AD.19.25.334.cl) juga meraih juara 3 pada Kategori Kader Konservasi Alam (KKA) setelah berhasil memperoleh nilai 67,44.

Lomba wana lestari ini merupakan upaya mengapresiasi terhadap prestasi kelompok maupun individu di bidang konservasi yang diberikan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. Penilaian pada lomba ini meliputi beberapa tahapan mulai dari seleksi administrasi lalu verifikasi lapangan sampai pengumuman pemenang. Lomba ini meliputi kegiatan yang diselengarakan kelompok maupun individu selama 2 tahun terakhir dalam upaya melestarikan lingkungan.

PETUALANG SEJATI TAK BERARTI TANPA JIWA KONSERVASI”

Mapala “Arga Dahana” UMK Kembali masuk dalam nominasi terbaik kategori Kelompok Pencinta Alam (KPA) & Kader Konservasi Alam (KKA) setelah terakhir kali mendapatkan gelar sebagai juara 2 kategori Kelompok Pencinta Alam 2017.

Lomba Kelompok Pencinta Alam (KPA) & Kader Konservasi Alam (KKA) merupakan upaya apresiasi terhadap prestasi kelompok atau perorangan di bidang konservasi yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah.

Mapala “Arga Dahana” UMK bersaing dengan seluruh kelompok penggiat lingkungan yang ada di Provinsi Jawa Tengah sejak dimulainya pendaftaran lomba pada 6 Maret 2023, kemudian seleksi administrasi pada 21-31 Maret 2023, hingga pada akhirnya terpilihlah 3 nominasi terbaik yang berhak melaju ke tahap penilaian verifikasi lapangan.

Verifikasi lapangan lomba Kelompok Pencinta Alam (KPA) & Kader Konservasi Alam (KKA) dilakukan oleh Tim dari DLHK Provinsi Jawa Tengah dan di dampingi oleh Cabang Dinas Kehutanan (CDK) wilayah II Pati pada 02-03 Mei 2023 di Sekretariat Mapala “Arga Dahana” UMK dan beberapa kelompok binaan Mapala “Arga Dahana” UMK.

KPA mengusung seluruh program berbasis lingkungan yang diselenggarakan maupun diikuti oleh Mapala "Arga Dahana" UMK dalam upaya pelestarian lingkungan, Sementara KKA diwakili oleh salah satu anggota mapala "Arga Dahana" UMK atas nama Muhammad Thoha (Mpl.Ad 19.25.334 cl) yang aktif secara mandiri dalam upaya pelestarian lingkungan, dan juga aktif sebagai kader konservasi BKSDA Jawa Tengah.

Menurut Rosalina Aulia Putri selaku ketua umum UKM Mapala "Arga Dahana" saat dijumpai menyatakan "Dari kedua lomba yang diikuti oleh Mapala Arga Dahana yaitu lomba KPA dan KKA keduanya berhasil masuk dalam nominasi tiga besar, dan telah dilakukan verifikasi lapangan terkait kesesuaian data yang telah dilampirkan. Saya berharap dengan didapatnya prestasi tersebut dapat menjadikan UKM Mapala "Arga Dahana" menjadi organisasi yang lebih baik lagi dalam bidang konservasi. Untuk lomba KKA yang telah  diikuti oleh saudara Muhammad Thoha yang tentunya juga dibantu oleh anggota lainnya dalam mempersiapkannya saya ucapkan selamat karena telah masuk dalam nominasi tiga besar. Semoga dengan prestasi yang dicapai dapat bermanfaat bagi organisasi maupun bagi dirinya sendiri".

Muhammad Thoha selaku peserta KKA yang juga merupakan anggota aktif Mapala "Arga Dahana" juga menuturkan jika "peran serta dari kalangan muda juga harus diperhitungkan, sebab regenerasi dibidang konservasi juga harus ada, serta agar dapat mengajak semua kalangan terutama anak muda untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan, saya juga mengucapkan terimakasih banyak kepada rekan-rekan saya dari Mapala "Arga Dahana" yang sudah ikut berpartisipasi dan mendukung saya dalam menjaga lingkungan, semoga prestasi ini dapat memotivasi serta dapat menyadarkan masyarakat akan kelestarian lingkungan". Pendapat tadi juga selaras dengan slogan Mapala "Arga Dahana" UMK yaitu:

"PETUALANG SEJATI TAK BERARTI TANPA JIWA KONSERVASI"

Kegiatan penanaman 1000 bibit kelengkeng ini merupakan upaya nyata dari Universitas Muria Kudus untuk menghijaukan kembali kawasan tandus terutama di pegunungan kendeng bagian utara. kegiatan penanaman ini selain untuk menghijaukan kawasan yang gersang juga sebagai langkah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui komoditas pertanian terutama tanaman kelengkeng. harapanya dari penanaman ini desa Wonosoco akan menjadi central buah kelengkeng. 

 

jenis kelengkeng yang ditaman merupakan varietas kateki yang merupakan salah satu varietas unggulan tanaman kelengkeng. kegiatan ini juga didukung oleh berbagai instansi dan masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk penyelamatan kawasan pegunungan Kendeng yang gersang dan memfungsikan kembali hutan sebagai daerah resapan air guna mitigasi pengurangan resiko bencana, sekaligus kedepan mengangkat desa Wonosoco menjadi kawasan kampung Hortikultura. dalam kegiatan ini juga didukung oleh perwakilan mahasiswa mulai dari UKM Mapala "Arga Dahana", BEM Fakultas Pertanian, HIMA Agroteknologi. 

KUDUS - Jumat (4/10/2019), mahasiswa Agroteknologi Universitas Muria Kudus bersama warga desa Rahtawu dan pihak-pihak dinas terkait melakukan kegiatan bersih sampah plastik di sepanjang aliran hulu sungai Gelis.

Kegiatan ini didasari oleh semakin banyaknya sampah plastik yang ditemukan di wilayah perbukitan Muria khususnya di bagian hulu Sungai Gelis, Desa Rahtawu, Gebog, Kudus, Jateng. Kegiatan ini juga sebagai antisipasi menghadapi musim hujan yang akan datang.

Dikutip dari detik.com, Kaprogdi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus Drs. Hendy Hendro HS, M.Si mengatakan tujuan dari bersih-bersih sungai adalah untuk mengurangi sampah plastik atau limbah sehingga saat datang musim hujan sampah tersebut tidak menghambat aliran sungai.

“Giat bersih pada sungai di tingkat hulu dilakukan. Hilirnya kan di Kudus, jika tidak diatasi maka dampaknya bisa kena banjir” ujarnya.

"Rahtawu merupakan hulu sungai Gelis. Sampahnya banyak sekali. Kurang lebih ada 5 kuintal yang tadi dikumpulkan hanya sampah plastik," tambahnya. (fp_umk)

Sumber: news.detik.com

Kegiatan Sapamaba Universitas Muria Kudus tahun 2019 ini bernuansa lain dengan periode-periode sebelumnya. Tahun 2019 ini untuk kebutuhan air minum para mahasiswa baru tidak diberikan dalam bentuk air minum dalam kemasan, akan tetapi di lokasi-lokasi titik kumpul mahasiswa disediakan layanan air minum galon yang dapat digunakan dan diambil oleh seluruh peserta kegiatan Sapamaba. Konsep untuk penggantian air minum dalam kemasan dengan air minum dalam galon ini tentunya sangat mendukung kagiatan Green Campus Universitas Muria Kudus dalam berperan aktif dalam mengurangi penggunaan sampah plastik di lingkungan kampus UMK.

UMK – Rektor Universitas Muria Kudus (UMK) Dr. Suparnyo bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan tanam pohon di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus. Sebanyak 2.500 mahasiswa UMK turut serta dalam kegiatan tersebut bersama Perhutani dan masyarakat sekitar.

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara UMK, Pemerintah Provinsi dan Perhutani. Setidaknya ada 8.600 bibit tanaman yang ditanam di Pegunungan Kendeng yang berada di desa tersebut.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, ketika melihat kondisi wilayah pegunungan di Desa Wonosoco, jelas terlihat gundul. Dengan penanaman pohon diharapkan mampu untuk mengembalikan kondisi alam di pegunungan tersebut. ”Kita harus merawat bersama agar kedepan bisa lestari dan bermanfaat,” katanya Jumat (7/12/2018).

Program UMK agar mahasiswa menanam satu pohon di lokasi gunung yang sudah gundul sangat baik. Namun harus dilakukan perawatan agar mampu hidup dan tumbuh. Nantinya ketika mendekati skripsi, harus dicek.

Ketika tanaman yang ditanam mahasiswa mati, maka skripsinya ditangguhkan. ”Tujuannya memang untuk menggugah mahasiswa untuk melestarikan alam, program yang dicanangkan UMK sangat bagus untuk harus didukung semua pihak,” terangnya.

Sementara itu, Rektor UMK Dr. Suparnyo menambahkan, dengan program tersebut, diharapkan lima tahun kedepan pegunungan di Desa Wonosoco bisa kembali hijau dan lestari. Sehingga generasi penerus atau anak cucu nantinya bisa menikmatinya.

Pihaknya memang menyiapkan 8.600 bibit tanaman, rinciannya sebanyak 3.600 berupa bibit tanaman hortikultura atau buah-buahan dan sebanyak 500 bibit berupa tanaman kehutanan.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menyerahkan bibit secara simbolis kepada Kelompok Tani Ngudi Makmur Perhutani Desa Wonosoco. Sementara gubernur dalam acara tersebut melakukan penanaman bibit pohon klengkeng.

Selain gubernur, dalam kegiatan tersebut juga diikuti oleh Bupati dan Wakil Bupati Kudus dan jajarannya. Selain itu diikuti Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah

UMK - Dalam rangka mewujudkan komitmen penghijauan lingkungan, pada tanggal 7 Desember 2018 Universitas Muria Kudus akan melaksanakan gerakan penanaman pohon produktif di Desa Wonosoco, Undaan, Kabupaten Kudus pada kawasan pegunungan kendeng utara. Kegiatan tersebut mengambil tema: Hijaukan kembali bumi kita untuk masa depan yang lebih baik. Pelaksanaan kegiatan tersebut akan melibatkan sekitar 2500 mahasiswa UMK untuk menghijaukan kawasan pegunungan kendeng utara desa Wonosoco kabupaten Kudus. (Admin)